Efek Samping Ujian Nasional

01Mei08

I\'ll catch you
– Anything will have good and bad effect –

UN yang baru saja berlalu memang berpengaruh besar bagi kejiwaan para pesertanya. Bagaimana tidak, sebelum, saat, dan setelah UN sikap teman-temanku beda banget. Macem-macem lah.

Satu bulan sebelum UN. Tidak ada lagi yang bermain bola dalam kelas. Tidak ada lagi yang keluyuran ke kantin, tidak ada lagi yang teriak-teriak menagih iuran kas kelas. Semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Ada yang berlatih soal-soal tahun lalu. Ada yang komat-kamit menghapal rumus sambil sesekali melirik buku catatan kecil. Ada yang diskusi tentang akan jadi bagaimana Ujian Nasional nanti. Ada yang mencoba untuk menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup di lantai kelas (yang berkarpet tentunya). Ada yang mulai menyusun prediksi susunan bangku, ada yang hunting menjelajah sekolah untuk mencari kemungkinan bocoran soal. Semuanya untukmu wahai Ujian Nasional!

Menjelang UN, Semakin banyak anak-anak yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan calon partner mereka. Dari tukar-menukar nomor HP, hingga mengadakan perjanjian Cooperation Aggreement. Yang belum kenal pun jadi sok kenal. Sisi positifnya, kebersamaan antar kelas yang dari dulu kudambakan semakin mendekati kenyataan.

B*********n, menjelang UN penjualan kartu perdana berbasis T*******l mengalami kenaikan beberapa persen, dengan mayoritas pembelinya adalah pelajar SMA. Diduga para pelajar memanfaatkan kestabilan sang operator untuk menjamin keberlangsungan jaringan tim sukses mereka. Penjualan terus meningkat hingga satu hari sebelum UN walau sempat tersebar kabar burung bahwa operator selular dengan jaringan dan sinyal terkuat tersebut akan menutup layanannya selama UN 2008 berlangsung.

Udin, 17 (Nama tidak disamarkan). Seorang pelajar temanku sebangku. Mengaku seminggu sebelum UN dia mendapat telepon dari seorang cewek yang ngajak kenalan. Setelah kira-kira 10 menit ngobrol erotis, pembicaraannya mulai mengarah ke… “Eh, katanya sekolah kamu dapat bocoran soal ya?” Dijawab Udin, “Gak ada tuh”. Telepon terputus.

Sepulang TO ke-3, gw dan kawan-kawan singgah di warung Mie Ayam. Kebetulan kami duduk berdekatan dengan cewek sekolah lain yang setelah berkenalan diketahui bahwa mereka berasal dari sekolah saingan kami (sebut saja SMA X). Dengan mengacuhkan anak SMA X itu, kami berbincang-bincang tentang UN yang akan segera hadir di sekolah-sekolah terdekat di kota anda, diselipi sedikit bisik-bisik (yang dibikin supaya bisa didengar) seputar strategi dan bocoran soal. Setelah selesai makan dan membayar lalu kabur, salah satu temanku bilang dengan suara agak keras tapi dengan nada berbisik, “Eh, buruan kita ke Bimbel X ngambil soal UN!”. Waktu kuliat gelagat cewek itu ketahuan banget kalau dia ngikutin dan merhatiin obrolan kami selama di warung Mie Ayam itu. Besoknya kami cuma tertawa cekikikan bisa ngibulin orang. Soal dibikin aja belum, mana ada bocorannya.

Rina ( 18 ) dari awal semester sampai TO ke-2 perang dingin dengan Seseorang yang kursi ujiannya bersebelahan. Tapi baru-baru ini dia curhat cerita denganku (dia pernah menudingku sebagai penyebab perang dingin antara dirinya dengan Seseorang), bahwa sejak TO ke-3 sikap Seseorang mulai berubah, bahkan udah mau diajak kerja sama. Nah, betapa UN telah menjungkir-balik hati manusia.



8 Responses to “Efek Samping Ujian Nasional”

  1. 1 fantasyforever

    Masuk akal. Saya juga di sekolah mengalami hal yang sama (barusan UAN ini). Memang kejiwaan kita rasanya berubah 180 derajat. Ga tau kenapa ya, tapi rasanya taun ini taun yang paling buerat ditambah lagi dengan kenyataan bahwa bocoran soal udah berterbangan di mana-mana. Cape Due… Seharusnya pemerintah itu tidak menyusahkan siswa dengan sesuatu yang kesaanya ga berguna. Ya semoga saja, kejadian seperti ini tidak terulang terus. Salam kenal.

  2. 2 chuanwei

    ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  3. Wad de hel.. ada iklan di atas. -_-

    BTT.
    UN ya… memang ujian yang ini bikin orang terlalu tegang (dengan call sign “ujian 3 hari untuk pembelajaran 3 tahun”). Karena itu menurut saya lebih baik dibikin santai saja… anggap seperti ujian akhir semester lainnya. Dengan anggapan begitu dan belajar tetap optimal IMO tak akan sampai stres.🙂

    Pendidikan sekarang terlalu terpacu pada output, sampai-sampai kebawa ke muridnya juga. “Kita telah melupakan ‘proses’, yang mana justru yang jadi paling penting,” seperti kata Pak Arief Rachman.😉

  4. @fantasyforever
    saya pikir justru bakal lebih parah untuk tahun2 depan.. siklus balas dendam kayaknya.. salam kenal juga

    @chuanwei
    ini seharusnya diserahkan ke akismet™ nih

    @Xaliber von Reginhild
    Haha,, lupa disensor.. *segera diperbaiki*
    Benar tuh,, terlalu mementingkan output.. gak peduli gimana input dan prosesnya,, asal outputnya bagus! wadefak™

  5. 5 aditya20

    Moga aja tahun depan menjadi lebih baik, tapi nilai standard kelulusan jangan dinaikan dulu.

  6. 6 Kyu Renjo

    @ Aditya20

    Oh tidak bisa. Harus naik. Biar tambah sengsara (rasakan kemarahanku… HUAHUAHUAHUAHUA!!! *pikiran jahat merasuk*

    Yaaa, lulus setahun lebih cepat TERNYATA SANGAT BERARTI. Minimal untuk menahan laju kenaikan standar UAN yang makin menggila. HUHUHUHU.


  1. 1 Gubernatiophobia (1) « Deathlock
  2. 2 Gubernatiophobia (2) « Deathlock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: