Kedokteran, oh Kedokteran…

17Mei08

Sorry

“Where should I step my feet?”

Sebelumnya saya mohon maaf bila ada yang tersinggung. Sekali lagi maaf, karena saya hanya ingin mengeluarkan sedikit unek-unek yang bersarang dan beranak-pinak di kepala sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak isu PMDK mulai marak di pasaran dibicarakan.

Entah kenapa (atau saya yang pura-pura tidak tahu) teman-teman saya seangkatan (yang IPA) mayoritas memilih fakultas kedokteran (FK) sebagai tujuan hidup setelah lulus sekolah. Mereka begitu ngototnya pengen masuk kedokteran. Kenapa sih? Karena kesejahteraan hidup yang terjamin kah? Karena gengsi kah? Atau karena apa kah? ™

Sudah jadi rahasia umum bahwa FK adalah jurusan bergengsi yang untuk masuk selain harus berotak encer juga membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi untuk mengambil kedokteran spesialis. Lebih parah lagi bila universitas yang dipilih adalah universitas bergengsi yang tentu saja memasang standar tinggi untuk bisa mendapat kursi. (Kalau saya sih maunya bawa kursi sendiri dari rumah =P )

Jadi teringat saat saya mendaftar PMDK di salah satu universitas negeri di Malang. Ketika saya mengumpulkan berkas-berkas dari teman-teman untuk dikirim via pos, kusempatkan melirik jurusan apa yang mereka pilih. Hasilnya sungguh mengejutkan. 2 Sopwer Engineering, 2 Ilkom, 1 Tata Kota, 2 Elektro, sisanya yang berpuluh-puluh itu semuanya kedokteran!! Hasilnya? Hanya seorang yang memilih teknik Tata Kota itulah yang diterima! Dan berpuluh-puluh calon-mahasiswa-kedokteran itu harus kecewa karena (lagi-lagi) gagal untuk mendapat tempat di fakultas idaman mereka. Dan agak kecewa karena karena tidak berhasil masuk Sopwer Enjinerink.

Apakah FK dipilih sekedar karena terjaminnya masa depan dan salary yang menggiurkan? Oke lah mereka tak mau munafik. Tapi apakah mereka cukup yakin bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, tidak keteteran, tidak mengecewakan orang tua?? Apakah mereka sudah menyadari kemampuan mereka sebelum memutuskan untuk memilih FK? Yakinkah mareka bahwa mereka tidak akan terhenti di tengah jalan? Tidak masalah bagi mereka-mereka yang memang sangat tertarik dengan dunia kedokteran dan benar-benar ingin menjadi dokter. Bagaimana dengan mereka yang ngotot ingin FK tetapi tidak memiliki minat sama sekali dalam pelajaran biologi misalnya? Yang cuma ikut-ikutan karena gengsi? Yang memilih FK semata-mata karena keinginan belaka? Tanpa menyadari kemampuan mereka? Sudah siapkah mereka memasuki dunia medis? Sudahkah mereka mengenal bagaimana kedokteran itu? Sudah siapkah mereka menerima konsekuensinya? Dan sederet pertanyaan lain yang berkecamuk di dalam pikiranku…

Kalau orang tuanya dokter sih setahu saya minatnya itu menurun ke anak. Jadi tak aneh bila sang ayah/ibu seorang dokter, anaknya juga tersugesti untuk menjadi dokter. Kalau memang cocok dengan minat, no problem kan?

Oh iya, doakan saya berhasil mendapat kursi di jurusan Teknik Informatika/Ilmu Komputer yang saya impikan sejak kecil (dulu kecil-kecil saya udah bermimpi kuliah di ITB loh =P ). Yang saya pilih bukan karena trend atau keren, bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tingginya permintaan pasar dan salary menjanjikan, bukan pula karena hanya itu kemampuanku. Tapi karena aku mencintai teknologi informasi dan bidang IT adalah impianku!!! And I enjoyed it so much!!

+++

Mohon komentarnya bila anda :

  • adalah mahasiswa kedokteran (atau memiliki relasi dengan dunia kedokteran)
  • adalah salah satu yang merasa tersindir oleh pernyataan di atas
  • adalah warga Blogosphere (tentu!!)

+++

Saya ucapkan selamat dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada teman-teman saya yang sudah diterima masuk FK di universitas manapun.

Special buat yang di UNLAM Banjarbaru :
Catherine, Mba’F, DeNDy, Trias, iCha, Eky, Ega, Rajihah, Lina dan lainnya (sory cuman itu yang ingat).😀

Semoga sukses menjadi dokter masa depan!! I respect you all so much! Ganbatte ne, boku no tomodachi!!



35 Responses to “Kedokteran, oh Kedokteran…”

  1. Di tempat saya yang kayaknya rada laku justru Perminyakan, selain Kedokteran. Kalau di IPS sih ya paling laku masih Akuntansi, Ekonomi, sama FISIP la.😛

    Ngga ada fakultas semacam IPC sih ya
    *ngawur*

  2. 2 edratna

    Saya bersyukur kalau masih banyak yang memilih kedokteran, karena di Indonesia masih banyak dibutuhkan dokter. Dengan banyaknya pelamar, maka tentu kualitas yang terpilih diharapkan yang terbaik.

    Kuliah di Kedokteran tidak mudah, pada angkatanku yang terpandai yang masuk kedokteran UI, kuliahnya juga lama…selain juga harus tahan melihat darah, menolong orang….justru saya salut pada anak yang masih menginginkan melanjutkan kuliah di kedokteran. Teman anak bungsuku adalah ranking kedua disekolahnya, niat kuliah di kedokteran (diterima di UI), karena ingin menolong sesama, dan amalnya akan langsung.

    Kalau memilih karena gengsi, dan bisa masuk, pada akhirnya akan gugur sendiri ditengah jalan…atau kalaupun lulus, belum tentu menjadi dokter, tapi bekerja dibidang lain. Dan ini juga nggak salah, setiap orang berhak punya impian kan? Kadang saat anak SMA, memilih pilihan kuliah juga didasarkan atas pilihan teman…anakku baru detik terakhir menentukan pilihan, dan menurut saya ini adalah wajar.

  3. Hue hue hue. Bagus sekali. Itu juga ada di benak saya, sebenarnya.

    Tujuan saya masuk FK UNLAM sebenarnya karena:
    GAK ADA IDE LAIN DI UNLAM.

    Sumpah. ILKOM??? Aku ngehack gak bisa. FMIPA? Yang terpikir sih, itu jadi guru, paling banter dosen. Teknik? Nangguuuung!!! Itu mah makanannya ITB (hey Mr.Strife, aku udah masuk TI ITB looo!!! Hebat kan!!!). Pertanian? Kehutanan? Peternakan? Atau kebidanan? Emoh kan??? Gak kereeeeen… Karena di dunia kerja, GENGSI ITU PENTING. Kurang jelas? GENGSI ITU PEEEEENTIIIING. Lulusan di univ. favorit, akan punya nilai tambah dibanding lulusan lain, di program studi yang sama. That’s FACT (bukan F*CK, hehehe). Apalagi di budaya bangsa Indonesia. Wuaaah, apa fakultas yang kita pilih, itu menentukan status kita. Yaaa, contoh aja kasus nyata ini.

    Aku punya om yang S2 Teknik UNDIP, dan om juga yang S1 FK di sebuah Univ swasta. Yang FT sekarang kerja di PU, yang FK masih ngecoba bisnis baru. Dan apa yang terjadi saudara2??? Om yang di FK lebih dianggap terhormat, walaupun tu kedokteran udah gak di otaknya sama sekali. Dan itu karena adanya satu kata di depan namanya: dokter.

    Jadi, apa kesimpulan pernyataan2 di atas?

    “SAYA MASUK FK UNLAM KARENA GAK TAU MESTI MILIH JURUSAN APALAGI SELAIN ITU”. (waaah, gak nyambung ama ceritanya yeee…)

    Mari kita jawab satu2:
    Apakah FK dipilih sekedar karena terjaminnya masa depan dan salary yang menggiurkan? YA, BENER. TAPI AKHIR2 INI, FK UNLAM LULUSANNYA BELUM BISA KAYA. KEBANYAKAN TUGAS MEREKA UNTUK PENGABDIAN. TAPI APA ARTINYA FT, FP, FMIPA, DAN LAIN2 DI UNLAM TERJAMIN JUGA? JAWABANNYA, SAMA2 TIDAK.

    Apakah mereka cukup yakin bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, tidak keteteran, tidak mengecewakan orang tua?? MANA ADA ORTU GAK NGIJININ KE KEDOKTERAN? KECUALI KURANG DUIT, ATAU ORTUNYA MEMILIHKAN UNIV YANG SEJAJAR (CONTOH, TEKNIK ITB) .

    Apakah mereka sudah menyadari kemampuan mereka sebelum memutuskan untuk memilih FK? KALO GAK PUNYA KEMAMPUAN, GIMANA BISA MASUK PMDK? TES KAAAAN. DING DONG.

    Yakinkah mareka bahwa mereka tidak akan terhenti di tengah jalan? YAKINKAH DENGAN FAKULTAS LAIN???

    Tidak masalah bagi mereka-mereka yang memang sangat tertarik dengan dunia kedokteran dan benar-benar ingin menjadi dokter. Bagaimana dengan mereka yang ngotot ingin FK tetapi tidak memiliki minat sama sekali dalam pelajaran biologi misalnya? Yang cuma ikut-ikutan karena gengsi? Yang memilih FK semata-mata karena keinginan belaka? Tanpa menyadari kemampuan mereka? Sudah siapkah mereka memasuki dunia medis? Sudahkah mereka mengenal bagaimana kedokteran itu? Sudah siapkah mereka menerima konsekuensinya?
    KEPANJANGAN KALO DIJAWAB SATU2. JAWABANNYA: KONSEKUENSI DI FAKULTAS LAIN JUGA TIDAK BEDA.

    YA UDAH, SEMOGA ANDA PUASSSS. BTW, NGAPAIN YA AKU CAPEK2 PIDATO DI BLOG INI??? HM….

  4. wah kalau saya sih ga minat sama FK🙂
    soalnya saya orangya gamapng jijik dan ingatannya lemah:mrgreen:

  5. 5 d0kt3rn1n9s1h

    Mampir donk ke blogku, biar kamu tau bhw aq adl satu dr ribuan org yg terlahir dg mimpi besar utk menjadi dokter! Dan mungkin banyak sesamaku yg punya prinsip sepertiku , jangan pernah menyerah untuk membuat mimpimu jadi nyata. Salam manis…

  6. 6 Azwar

    Huahua
    iya juga sech. . .fk skrng walaupn ntar bsa masuk jga, tp kdepanx gak trjamin gmana ngejalanin khidupan perkuliahanx

    duh bingung ne, plhan pertama sech mw msk stt telkm / itb, tp ortu nyuruk ke fk. . .msh bngung gmana ngejelasinx

  7. @Xaliber
    Sastra mesin ada gak ya?

    @edratna
    Ya, anda benar… maklum ini cuma curhat belaka…😀
    Indonesia butuh banyak dokter!!!

    @dendy aka kyu renjo
    Ha, anda juga benar… Saya tidak bermaksud mendiskreditkan ‘mereka’ kok… cuma curhat, suer! cuma curhat!

    Eh, ini sebenarnya menyindir salah satu teman saya yang terlalu maksa bgt ke FK lo…

    Inilah indonesia,, kalo gak kuliah bergengsi bisa tersingkir dari dunia kerja… (nyambung gak?)

    Semoga kau sukses kawan!

    *digeplak pake jarum suntik*

    @Makbreaker
    Sama donk.. =P

    @dokterningsih
    lah, blog anda di mana bu?

  8. @kyu Renjou

    *Reply lagi ah…*

    Berarti pemikiran kita mirip lah?

    ____________________________________________

    GAK ADA IDE LAIN DI UNLAM.

    Sama, tapi aku gk sanggup kedokteran makanya kabur ke luar.. hehe (dalam hal akademis maupun finansial, terutama mental)

    Teknik? Nangguuuung!!! Itu mah makanannya ITB

    Kalau semua orang seperti anda, lain ceritanya

    hey Mr.Strife, aku udah masuk TI ITB looo!!! Hebat kan!!!

    Teknik Industri? Selamat deh… anda berhak atas gelar hebat™

    MANA ADA ORTU GAK NGIJININ KE KEDOKTERAN? KECUALI KURANG DUIT, ATAU ORTUNYA MEMILIHKAN UNIV YANG SEJAJAR (CONTOH, TEKNIK ITB) .

    Buktinya ortu gw ngelarang, biarpun ada dana yang cukup… Gw gak bakal diizinin ke FK…
    Pertama ortu tau gw gk suka biologi,
    Kedua ortu gak mau minat gw yg udah terbentuk malah diarahin ke lain
    Ketiga gw sendiri takut darah!!
    Hahah,, ini contoh asli subyektif bgt

    YAKINKAH DENGAN FAKULTAS LAIN???

    Hmm, speechless nih. Tapi menurut pribadi saya sih begitu…

    KONSEKUENSI DI FAKULTAS LAIN JUGA TIDAK BEDA.

    Hem,entry ini sedikit subyektif ya? Memang kalo aku pribadi sudah siap menerima resiko dan konsekuensi memasuki dunia IT.
    Eh, kalo mau ilkom gk harus bisa hacking loh.

    “SAYA MASUK FK UNLAM KARENA GAK TAU MESTI MILIH JURUSAN APALAGI SELAIN ITU”

    Hehe,semoga tidak menyesal(eits,ini doa yg baik loh).. Semoga pilihanmu adalah yg terbaik!!

    KALO GAK PUNYA KEMAMPUAN, GIMANA BISA MASUK PMDK? TES KAAAAN. DING DONG.

    Bukan ditujukan buat yg udah lulus. Tapi yg berulang kali gagal dan terus mencoba untuk bisa berhasil… Bagus sih optimis.. Tapi di sini penekanannya dalam segi mental sih

    ____________________________________________

    Terima kasih hujatan pidatonya yang sungguh bersemangat

    Tenkyu juga udah rela ngisi komen panjang-panjang… Mau bantuin promosi blog ini?

  9. Saya malah direkomendasikan ambil teknik (nanti, 3 tahunan lagi) sama orang tua saya. Alasannya? Karena jurusan ber-prefix teknik (mau elektro, mau informatika, yang penting(TM) teknik) lebih banyak cowoknya (entah apa maksud ortu saya di sini). Atau nggak apapun yang patokannya sudah jelas.:mrgreen:

  10. 10 yetty

    fk? gak sengaja keterima. tapi asiek-asiek aja tuh.

  11. lho.. ini chaoticzone ya? nemu komenmu di blog guru saya..(yg ttg kls xii ipa 3 itu) hehehe dunia ini sempit ya (bnarkah??) maklum, guru saya gaul *trs apa hubungannya??*

    tmn saya ada lho yg dpt PMDK FK UI. dia emg jenius sih. saya sendiri Alhamdulillah dpt PMDK FTI (teknik kimia) UI ^^
    mau msuk STEI ITB ya? ikut USM terpusat? slamat berjuang ya! ^^

    btw udah lama ngeblog ya? layoutnya keren jg ^^

  12. @Cynanthia
    Nah,, kalo minat ama kehendak ortu udah singkron sih enak ya?

    @yetty
    Hah,gak sengaja??😯 Tapi tetap bisa dinikmati kan? Selamat deh!! Semoga cepat jadi dokter ya!

    @Dhilaaz a.k.a. W0und3d
    Yup,watch blog km ya? *emang dA ?*
    STEI ITB? Udah batal niatnya,, sekarang target UGM aja… Pengen sih,, tapi gk tega beratin ortu,, kakak jg masih kuliah, kebetulan di UGM jg

    Gak lama2 amat jg sih,, ini blog kedua

  13. 13 Kyu Renjo

    Mr.Strife, saia tidak masuk FK UGM!!! Huaaaaaa!!! Hiks hiks…

    Oh iya, ganti dunk itu hyperlink ke blog saia:

    http://kyurenjo.blogspot.com/

    Ya, baru2 bikin laaah… ^.^

  14. ooh jadinya di ugm ya? ngambil jurusan apa?

  15. @Kyu Renjo
    Sabarlah nak…. masih ada masa depan menanti:mrgreen:

    @dhilaaz
    Huaa… gk lulus… pengennya ilkom… tapi sekarang udah keterima di UI Indonesia… jurusan tek Informatika

  16. 16 dhilaaz

    oooh… congrats ya!! dapet juga ITnya!😀

  17. 17 Rako

    Aku sendiri masih bingung mesti milih apa… ikut kata2 Ortu yang nyuruh buat milih di FK padahal sebenarnya Aku ga terlalu tertarik jadi dokter ato milih untuk mengikuti kata hati yaitu ke FE tp banyak yang nentang n pandangan orang2, teman, keluarga n sekitar bahwa masuk FK itu… ” Wah..!! bagus ! Oke! ” dibanding ke FE yang klo dah lulus ..masih belum pasti akhirnya akan kemana. n klo masuk FK bs meningkatkan prestise kali … n bs buat bangga Ortu, keluarga dll….
    ga tau juga deh…..
    Bingung….

  18. 18 Rio

    setuju !! ak jga heran sama orang kok demen bgt mo msk kedokteran. Nnt klo satu bumi isinya dokter, ya g ada pasien donk……..!!

    sama dri kecil aku pingin masuk informatika ITB

  19. ntar kalo udah 2 tahun kuliah, kau pasti akan bisa menilik persoalan pemilihan ‘jalan hidup’ ini dengan lebih bijaksana..🙂

  20. 20 donny

    tentang kedokteran ini, jd bikin gue pengen komentar jg nech…
    latar dulu, gue seorang dokter fresh graduate di salah satu ptn bergengsi di jawa, gue lulus tepat waktu.
    Actually, menurut gue knapa banyak orang berbondong2 masuk FK, krn itulah profesi yg sudah tertanam ketika loe masih anak-anak (coba loe tanya anak kecil, 3 dr 10 bakal menjawab pengen jadi dokter, gue termasuk golongan yang 7, krn dr sd sampe smu jawabnya pengen jadi arsitek). Thats why ada temen2 gue yang udah 1-2 tahun kuliah di jurusan lain rela ninggalin jurusannya buat ngulang dr awal di FK.. buat gue? Its wasting time bro…kalo gue ga diterima di umptn pas gue lulus smu, kayaknya gue ga akan maksain tahun kedua..
    about jadi dokter mahal? tergantung loe juga dech kayaknya…pas taon gue sich, biaya yang gue keluarin sama dengan yang masuk fakultas lain.. bahkan dibawah biaya masuk adik gue di ekonomi PTS tahun berikutnya… total uang masuk + biaya taun pertama, dll < 6 jt.
    about trend? trend di angkatan gue waktu itu malah IT..23 orang masuk IT, 15 diantaranya di luar negeri, yg daftar FK 8 orang, semuanya di dalam negeri, 5 yang diterima.
    about phobia darah, dll? life in medical school is hard man! Percaya ma gue, meskipun loe takut darah or mayat sekalipun… yang ada di pikiran loe saat praktikum dengan darah atau mayat cadaver bukan hal-hal gaib, tp ‘bagaimana gue bisa lulus dari mata kuliah ini dengan nilai baik?’ Lots of people yang masuk FK dengan fobia darah, ujung2nya bisa makan di depan orang yang berdarah-darah, karena laper saat jaga malam kalo ga inget ‘etika’.
    about loe yang lagi mau masuk FK? sebaiknya loe pikirin lagi baik-baik apa niat loe masuk FK.. kalo krn gengsi? kayaknya calon mertua bakal lebih respect sama yang cum laude di tehnik, dll drpd yg nasakom di FK.. kalo krn masa depan? masa depan loe disini terlalu panjang buat diramalkan.. saat temen2 loe dah lulus dan dah jadi eksekutif muda, jawaban loe di reuni SMU adalah loe harus ujian besok pagi..hehehe.. ingat, kuliah kedokteran ga berakhir saat loe jadi dokter umum aja. Yang ada, punya duit juga loe tabung buat sekolah lagi.. kalo karena tujuan mulia menolong orang lain? yakinkah loe bisa survive cuma dengan tujuan mulia itu selama 6 tahun ++.. congrats buat yang sanggup. so, summary nya, pilihan jadi dokter itu harus krn gabungan potensi, minat, dan niat yang positif.. its holistic bro.. sama aja kayak loe loe ngobatin orang diabetes, ga bisa cuma loe obatin matanya yang rabun, atau luka di kakinya yang ga sembuh-sembuh..🙂
    so.. masih niat mau jadi dokter? pikirkan ulang baik2… jangan loe buang cita-cita masa kecil loe cuma karena gengsi ma temen, bayangan materi cepet apalagi krn ga ada ide.. setelahnya berfikir..? it’s your choice after all..

  21. 21 nai

    aqu binguung

  22. aSsalam.wr.wb

    hm… AQ nax sma 1 llg nich,,, mo tanya pa ia yach ,,,peluang tmbus PMDK FK UI,, untuk daerah kmi tu kcil yach…. malah kata orang gax mungkin tmbus… Gmana dong cara biar tmbus cz q dah ambil PMDK d’situ ????
    trims

  23. asl.wr.wb

    hm… pa ja yach y9 jdi penilaian u/ tembuS PMDK UI… ??

    cZ… LW NILAI ,, SCOLL kmi tuch sulit banget dpat nilai besar dri gru bersngkutan,,, niali rta 2 na kira2 brapa ya????
    lw da nilai 7 pz kelas satu bSa tmus ga…

  24. akhirnya saya perlu juga turun tanga…

    aku masuk fisika…dan ga niat mausk FK

    NO COMMENT :p

    rame loh, ngulang2 terus mata kuliah yang menyenangkan, seperti fisika modern (huek), fisika matematik (hueek),

    suer, mata kuliah ku yang bagus nilainya cuma yang berhubungan dengan fisika komputasi…

  25. 25 Ridwan

    FK.. OH FK,,,, it’s my wishhh..

    tpii knapa skrg jd ke IT,,,?? T.T

    moga tahun ini bsa ke FK,,,
    gu pengen masuk FK krn niat n’ cita2….

  26. 26 granz

    saya dari FK UGM.
    FK emang mengiurkan banget, dari mimpi sampe bisa nolong orang yang membutuhkan, udah gitu gengsinya juga gede, masuknya susah, yah walau gak bisa biologi dengan pengaruh linkungan pasti kebawa, asal tahu, FK gak cuma belajar BIOLOGI, ada kimia juga, biokimia, fisika juga ada walau gak banyak tapi nyelip nyelip, gak harus hafal, yang penting ngerti dan memahami dan kalo ditanya harus bisa jawab, gak boleh lupa.. hahahah

  27. Gue alumni dua tahun, tahun kmaren gak lulus di fk, tahun ini ngikut gak jg, jd gmn dong????????????????

  28. ngawur semua.
    Orang Indonesia memang “aneh”.ini penyebab SDM KITA terbelakang di dunia menurut survey.Menurut saya fk biasa2 aj,yg masuk adalah “orang2 kaya”,masuk fk di PTN Saja dengan membayar 80 juta saja pasti diterima,apalg FK DI PTS..BIASANYA YG MASUK orang2 berduit yg tidak pintar..bnyk teman gue yg msk FK PTN apalg PTS ADALAH PAPAN BAWAH DI SMA DULU..
    Lebih baik masuk teknik,mengejar cumlaude,dan lulusan terbaik,ambil master (S2) dan S3(DOKTOR) dan kerja perusahaan..

  29. dokter bergengsi?jangan punya pikiran bodoh dan mengejar gengsi semu..orang indonesia memang “pinter-pinter”,profesi yg biasa2 aja kok diburu sampai rela MENYOGOK RATUSAN JUTA..sangat bodoh!di luar negeri,dokter adalah profesi yg biasa saja,kalah dgn insinyur,lawyer,ekonom..kenapa?krn di sana pemerintah concern dgn teknologi,hukum,dan ekonomi,sehingga negara mereka cepat maju.

  30. 30 pie

    saya dulu juga tergiur masuk kedokteran….tapi cita2nya ke UGM.padahal di kota sendiri ada fk unlam.tapi berhubung dah punya kakak yang kuliah di FKG UGM, jadi juga kepengen……but apa daya, ga keterima PMDK, padahal dah punya bekal ranking I terus sejak kelas I sampe kelas III.Bela-belain masuk jurusan Biologi, padahal nilai fisika dan matematika lebih bagus. Kalo ditebak orang-orang kalo saya milih jurusan teknik di UMPTN, pasti segera saya tepis.Eh…ternyata nasib akhirnya membawa saya untuk masuk jurusan teknik juga akhirnya….saya diterima di Universitas Brawijaya Malang, lewat jalur UMPTN….Hingga sekarang, bekerja pun tidak jauh-jauh amat, tetap berkecimpung di dunia teknik…dunia PU…..

    KESIMPULANNYA : Jadi insinyur ternyata justru lebih mengasyikkan daripada dokter kok….!!!!!

  31. 31 cintya

    gak tau ni mau kayak gimana. aq juga termasuk orang yang pengen bangett masuk FK. jujur ni,awalnya dulu waktu kecil aq sama skali gak minat masuk FK. tapi sekarang malah kayak gini. kebalikannya banget. malahan tahun ini aq nyoba daftar pmdk FK yang sampe sekarang belum keluar hasilnya. pengennya sih,lulus. selain buat nyenengin ortu, aq juga pengen banget jadi dokter. gak munafik sih,mungkin juga ada faktor gengsi karna aq gak mau kalah dari temen2 yang lainnya. aq mikirnya gini,buat apa 3tahun dapat juara 1 di lokal unggul SMA kalo ujung2nya cuma buat ngisi pmdk di jurusan yang biasa2 aja? dengan kata lain,gak susah buat didapat. aq tau,gak sedikit orang yang minat buat kuliah di FK. tapi aq yakin,kalo kita mau usaha,pasti bakal ada aja jalannya buat ngeraih mimpi kita itu. mangkanya,aq gak cuma berharap bisa lulus FK cuma dari pmdk ini. aq juga bakalan nyoba ikut simak UI,UMB dan bahkan SNMPTN. itu jalan terakhir aq. aq gak bakal nyerah untuk ngeraih mimpiku. dulu mungkin impianku untuk masuk FK cuma karna gengsi. tapi sekarang beda. aq jatuh cinta pada FK. aq pengen nolongin banyak orang. aq pengen hidupku lebih berarti.

  32. 32 cintya

    kedokteran unand………………….. i’m coming……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    terimakasih ya Allah……………….

  33. Wow that was odd. I just wrote an extremely long comment but after I clicked
    submit my comment didn’t show up. Grrrr… well I’m not writing
    all that over again. Anyways, just wanted to say fantastic blog!

  34. proud becoming a doctor


  1. 1 Memorable Quotes « Note of Boredom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: