Fotografi? Kamera Saku? Why not?

22Mei08

Digital Camera isn\'t bad for you

“Ok, I got a nice pic”

Kalau mendengar kata fotografi, yang pertama terlintas di benakku adalah seseorang menempelkan matanya ke viewfinder sembari mengatur fokus dengan memutar-mutar lensa panjang kamera dSLR nan canggih. Tidak salah bila aku berpikir begitu, tapi bagi diriku yang berkantong kecil ini tentu dSLR hanyalah sebuah harapan yang belum kesampaian.

Hanya dengan berbekal kamera saku pinjaman dari bokap, aku berusaha menguasai teknik-teknik fotografi digital. Memang tidak cukup hanya bermodal kamera saku dengan setting serba otomatis, tapi setidaknya aku memiliki bekal pengetahuan yang cukup bila sudah menenteng digital SLR kelak.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang cewek yang memuji karyaku via YM. Oh iya, dia juga cerita hasil jepretan kamera sakunya yang seringkali kurang memuaskan. Sebenarnya asal mengetahui tekniknya kamera saku pun bisa menghasilkan jepretan luar biasa. Apalagi bila diberi sentuhan akhir di image editor (selama masih dalam batas kewajaran)

Nah, ini tips-tips yang perlu dipelajari bagi pengguna kamera saku pemula…

~ Yang paling mudah itu sih komposisi. Usahakan jangan menempatkan obyek utama tepat di tengah frame, kecuali dalam situasi tertentu seperti obyek yang simetris. Aturan komposisi yang paling terkenal adalah “Rule of Third”, di mana obyek yang ingin ditonjolkan berjarak 1/3 lebar frame dari tepi. Silakan cari di google dengan kata kunci Rule of Third untuk keterangan lebih lanjut. Aturan serupa yang sedikit lebih rumit adalah Golden Ratio.

~ Terapkan juga komposisi rule of third pada penempatan garis horizon. Aturan ini bukan hanya fotografer yang menggunakannya lho. Seniman juga menggunakannya dalam lukisan.

~ Kalau obyek termasuk kecil yang menyebabkan lensa harus dekat dengan obyek (kira-kira beberapa belas cm), aktifkan mode macro. Biasanya mode makro di kamera digital diaktifkan dengan tombol bergambar bunga. Mode makro dikhususkan untuk fokus jarak dekat. Kalau tidak menggunakan macro, obyek akan blur dan sulit didapatkan fokus.

~ Jangan biasakan memencet tombol shutter (yang biasa ditekan kalau mau menjepret) terburu-buru. Tekan setengah saja sejenak(jangan sampai ‘klik’), tahan lalu tekan penuh hingga ‘klik’. Menekan tombol shutter setengah berarti membiarkan kamera untuk mengatur fokus lensa dan shutter-speed secara otomatis. Menekannya terburu-buru bisa menyebabkan guncangan atau terjadi blur pada foto, karena fokus yang belum sempurna.

~ Pada dasarnya pusat autofokus lensa ada di tengah frame. Bila ingin fokus berada bukan di tengah, maka lakukanlah pre-focusing. Caranya arahkan pusat frame ke arah obyek yang ingin menjadi fokus tekan shutter setengah dan tahan. Sambil menahan posisi itu arahkan kamera ke arah lain dan atur komposisi yang diinginkan. Lalu tekan penuh tombol shutter.

~ Jangan memotret menentang sinar matahari, kecuali ingin membuat siluet. Sinar yang kuat dari belakang obyek dapat menyebabkan obyek menjadi gelap. Bagaimana bila ingin membuat silluet, tapi cahaya di belakang kurang kuat? Asalkan jarak pandang ke latar belakang cukup jauh, hal ini bisa dilakukan (misalnya latar pantai). Lakukan prefocusing (liat di atas) pada latar yang jauh itu. Jangan mengatur fokus langsung di obyek, niscaya latar depan/obyek akan menjadi gelap.

~ Pada kondisi gelap/remang-remang seringkali terjadi blur pada foto. Untuk menghindari guncangan saat menekan shutter, gunakanlah fitur timer. Atur timer 2 detik lalu tekan shutter. Mantapkan posisi tangan sambil menunggu countdown berakhir. Cara ini lumayan ampuh digunakan bila tidak ada tempat datar untuk memantapkan posisi kamera.

~ Point of Interest (pusat perhatian) adalah hal yang penting dalam sebuah foto. Harus ada bagian utama yang ditonjolkan dari sebuah foto. Buatlah obyek itu terlihat menonjol dari obyek lain yang di sekitarnya.

~ Orang awam berteori bilang, “Makin tinggi megapiksel suatu kamera, makin cerah fotonya yang dihasilkan”. Menurutku itu salah besar. Coba pikirkan misalnya ada kamera 50 MP, apakah gambarnya 10 kali lebih cerah dari yang hanya 5 MP ??!? Tentu tidak kan? Megapiksel itu adalah ukuran resolusi/dimensi dari citra digital, bukan tingkat kecerahan!

~ Sesekali coba gunakan dan pelajari mode ‘Program’ / ‘Manual’. Di mode ini banyak pengaturan yang bisa diatur manual walau tidak selengkap dSLR. Misalnya white balance, ISO, focus mode, dll. Kalau terus-terusan di mode auto, kapan majunya? Dengan belajar begini, aku mempersiapkan diri untuk dSLR yang kuidamkan.😀

Sekian dulu, tips-tips di atas berasal dari pengalaman saya yang dipelajari dari buku-buku dan sumber-sumber di internet.

CMIIW (Correct Me If I’m Wrong)

Special Shoutout : Smasa PornoPhotography, Anug, Daus, Udin, Fathia, Nida, Aisya, Dowish, Eiwhy, April, Nisa, Teteh,



39 Responses to “Fotografi? Kamera Saku? Why not?”

  1. Ada banyak alasan kenapa kita mengambil gambar (foto) diantaranya sebagai dokumentasi, hobby, seni, bisnis, dll nah jadinya mau pakai apapun pasti berangkat dari sebuah kebutuhan kalau memang tujuannya ke bisnis sih pasti harus pake DSLR lah kalau sekarang karena kemudahan dan hasilnya, kalau sekedar dokumentasi bisa pake apa aja pake kamera HP pun OK lah, sisanya yang sesuai kebutuhan.

    Mengenai teknik sebenarnya harus sering foto2 dan suka ngeliat gambar2 bagus maka secara otomatis mata kita akan terlatih untuk melihat sesuatu yang akan dijadikan objek (POI), soal teknik ini juga penting gimana caranya biar bisa ngambil gambar bagus dimana kondisi low light mungkin bisa naikin ISO dll biar speednya ikut naik jadi gambar ga goyang, dan kalau kondisi terang benderang gimana biar gambarnya ngga terlalu terang, itu semua didapat dari pengalaman.

    Soal MP benar bgt ngga ada korelasinya dengan gambar bagus atau jadi semakin cling gitu ngga ngaruh yang berpengaruh pastinya lensanya lah, kalau MP itu akan membantu ketika kita cetak untuk ukuran besar baru ketahuan deh bedanya yang mana MPnya kecil ma gede, biasanya kalau MPnya kcil jadi suka pecah gambarnya.

    Yang terakhir belajar menggunakan manual tapi liat sikon juga kalau mengejar momen mending auto, yang terakhir banyak program editor yang bisa digunakan untuk mengolah gambar untuk mengurangi keterbatasan kamera pocket, dan jangan berhenti mengambil gambar dan luruskan tujuan untuk apa kita suka fotografi kalau aku sih yang pertama suka yang kedua ingin berbagi seputar apa yang aku lihat, dan aku rasakan.

    Tetep semangat bro, salam jepret

    • wew, keren pak!
      saya suka banget motret2, walaupun seringnya yang dipake motret adalah kamera temen.. (maklum, dompet masih belum kuat beli cam sendiri😀 )
      Tapi gara2 terlena dengan cam hape, bagi saya, cam “asli” menjadi tidak nyaman untuk dipake motret:mrgreen:

    • Makasih sarannya. Terutama tentang ISO. Saya jadi tahu tipsnya🙂

  2. 4 ajata

    nuhun infonya kang,..segera tak coba di rumah ahhhh

  3. 5 Riwan

    setuju….. ( riwankusmiadi.blogspot.com)

  4. 6 riwan

    saya stuju, mau liat jepretan pakai kamera saku ? kunjungi riwankusmiadi.blogspot.com, hidup fotografi…….

  5. 7 van

    hmmm… fotografi ya? saya kurang begitu paham tentang teknik2 fotografi, tp tulisannya bagus nih buat kamera hape bisa nggak ya?

  6. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Fratricide!!

  7. 9 Rako

    Waaah…gitu ya caranya …..
    Klo gitu ..Aku bakal coba praktekkin pake tips2 dari kamu n moga2 az berhasil…. n bisa menghasilkan foto pemandangan yang bagus ^^

  8. 10 !nov

    thanks bang infonya😀
    semoga cepet dapet DSLR,,🙂

  9. wah thanks neh bwat infonya

  10. mantap. thx boz

  11. 13 Mi Chan

    Ahhahah…masih jauh ya si dSLR. Aq cuma bermodal kan kameran 3.2 MP doang, dan yg di potret pun yang biru smua.

    Ahahaha, salam jepret aja dah

  12. 15 tria

    thanx infonya, boleh tau hasil photo nya ga ?

  13. hah.bagus.cobain ah..
    ngikut sama tria.liatin hasilnya dooong..

  14. kalo moto masalah feeling sih, gw pake poket bisa lebih bagus dari pada temen2 gw..
    tapi tetep SLR is d best..
    sedikit saran kalo mau yang ekonomis SLR pake EOS 350D.. tapi kalo berduit ya sekalian ajah nikon D100..

  15. 18 narpen

    Nice! Lagi buru2, baru baca sekilas..
    Gw save ya.. kayanya bakal butuh..🙂
    matur nuwun..

  16. terima kasih atas penjelasan. sy terkadang minder dengan pocket camera-ku..tapi insya Allah tidak akan lagi🙂

  17. Makasih Infonya Mas. Btw, kalau tips2 buat camcorder tahu ga dimana bisa saya dapet. Sebenarnya saya lbh tertarik ke video daripada foto. Makasih.

  18. Salam kenal

    Artikelnya bagus, buat saya yang baru belajar, nambah pengetahuan

    Terima kasih

  19. 22 Dewiamalaia

    ah seru ni tips nya. apalagi kalo ada contoh gambarnya😀

  20. 23 Inne

    thankyu mang infonya,,,
    serasa membaca diary yg saya tulis sendiri,,, a.k.a jeritan hati dan kantong yg belum mampu punya DSLR dan cuma mampu punya kamera pocket.

    kalo Lomo suka g mang???

  21. mksh ats infonya bg..

  22. salam…
    wah, infonya bermanfaat banget…
    kebetulan aku lagi mu belajar memahami fotografi
    khususnya cara motret objek yang bener sehingga hasilnya menarik
    kebetulan juga…semua karena aku baru punya kamrea digital pocket canon ixus 130.
    lumayan lengkap fiturnya. tapi sayang kan kalu akunya gag menguasai.

    kapa-kapan…boleh dnk kasi tips yang lain.. or kita share hasil jepretan masing-masing…

    ok! good luck! n wish me luck!😉
    thank’s banget….

  23. wah kita sama-sama mengidamkan dSLR.

  24. 27 Cezna

    makasih infonya ikut share ya,bang

  25. 28 roby

    trims ya atas saran n infonya

  26. 29 uta

    mksh buat infonya, sangt membantu buat saya yg narsis

  27. nice bagus infonya thanks

  28. 31 untung

    maksih tipsnya, tapi aku masih bingung yang dimaksud iso itu bagimana to?
    bls di email ya

  29. 32 vieen

    thank’s infonya… wah bermanfaat jg neeh… mau coba deh, selama ini pake pocket kamera cuma asal jepret ajah… baru mudeng pas baca ini… hehehe…

  30. Thaks gan,,,,Berguna banget…Thaks yang sangat

  31. aku coba tipsnya…thnx

  32. 35 edy eko

    Mantab artikelnya..
    aku pakai nikon coolpix L23, dengan sedikit sentuhan PS (sewajarnya), tetap PeDe tuh.
    yg terpenting adl pesan dalam hasil jepretan kita tersampaikan

  33. 36 Nurul Setia Pertiwi

    saya juga foto – foto pake kamera saku, YASHICA 5 MP. Bahkan meskipun ga ada pre-focus dan sebagainya, tapi hasilnya tidak bisa di bilang jelek.

    Fotografi menurut saya adalah sudut pandang mengenali objek menarik. =D

    bisa dilihat di: http://www.flickr.com/photos/nspertiwi/

    semua pakai kamera saku. =D

  34. Keuntungannya punya kamera saku ber MP besar adalah selain bisa cetak besar juga lebih leluasa dalam cropping dan hasil cropping masih memiliki resolusi yang memadahi.


  1. 1 Ngetest Macro Shoot « Inov ~ Itu aja..
  2. 2 Ini blogku… awas nyasar!!! « Note of Boredom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: