Just wanna say…

22Jun08

We value how precious is someone just when we got them lost. Right?

Spoiler : Full Curhat !

Tak terasa sudah 3 tahun aku menapaki kehidupan di tengah manis-getirnya masa-masa SMA.

Tidaklah berlebihan bila kukatakan bahwa separo masa sekolah yang paling berkesan adalah masa SMA. Bagaimana tidak? Secara naluriah kalau disuruh menceritakan bagaimana kehidupan sekolah, yang terbayang pasti masa SMA. Sangat jelas karena masa SMA adalah fase terakhir dari pendidikan formal dasar menengah dan tentu saja pengalaman-pengalaman SMA adalah yang paling segar di ingatan.

Wokeh, sekarang santai saja.

Jujur, gw baru ngerasa kehilangan sesuatu pada perpisahan adalah pada kelulusan SMA ini. Perpisahan TK, SD, sampai SMP gw sama sekali gak ada ‘rasa’ kehilangan tuh. (Bukan, bukan karena harus berpisah dengan gebetan atau ada yang belum melunasi hutang). Paling ntar ketemu makhluk gitu-gitu juga di sekolah selanjutnya. Masih di kota yang sama, pilihan sekolah yang sebagian besar sama dan pergaulan masa kini yang memudahkan alumni-alumni SMP masih bisa keep contact walau terpisah SMA. Ya gak jauh beda kayak pas di SMP lahh walau beda sekolah.

Kenapa di SMA ini gw baru merasa ‘kehilangan’ ?

Pertama, kehidupan TK gw rada antisosial. Kata mama, aku lebih suka bermain sendiri di rumah daripada dengan teman-teman di TK. Dan aku sempat berhenti sekolah hampir 1 tahun, dan melanjutkan semata-mata untuk syarat masuk SD.

Kedua, di SD gw dimasukkin ke kelas eksklusif yang mengisolasiku dari pergaulan antar kelas selama 5 tahun. Ya karena selama 5 tahun sekolah dari masuk sampe lulus, teman-teman sekelasku itu-itu aja!

Ketiga, sama seperti di SD, gw dimasukkan ke SMP swasta semi-pesantren. Tidak seperti di SDku dulu, di SMP ini kelas-kelas yang satu angkatan diletakkan berdampingan, jadi lebih mudah untuk berkomunikasi. Dan tiap kenaikan kelas pasti ada perubahan anggota kelas. Jadi gw mendapat lebih banyak teman.

Nah, jelas kan? Tidak seperti sebelumnya, gw sekarang masuk SMA Negeri. Mengikuti jejak kedua kakak sebenarnya. Ya, SMA yang kuinginkan sejak SD. Entah karena apa di sekolah ini aku terkadang merasa lebih dihargai dan tidak ragu untuk bergaul dengan siapa saja. Sok kenal pun tidak mengapa, kalau hal yang sama kulakukan pas SMP mungkin bakal dianggap ‘anu’. Ya, aku mendapat banyak teman di sini, dan semuanya terasa setara. Tidak cuma satu angkatan, adek-adek kelas pun banyak yang kenal walau ada yang hanya dari jejaring perkawanan dunia maya. Walau begitu image jaim melekat juga pada diriku, terutama dari sudut pandang adek kelas yang cewek. Thanks for OSIS, MPK, KSI, and all !!!

Di sini aku dihargai

Di sini aku mendapatkan teman

Di sini aku melihat adanya perbedaan

Di sini aku baru merasa falling in luv

Di sini jiwa pemberontak dan pemalasku berkobar.

Di sini naluri-pelanggar-aturan-ku diasah

Di sini pertamakalinya aku dikenalkan pada game center:mrgreen:

Di sini aku mengukir prestasi mengharumkan nama daerah (gak wangi amat sih)

*entry yang ditulis tanpa mikir panjang, just spit it out*



3 Responses to “Just wanna say…”

  1. Hu hu
    Q feeling blue nah, dari sejak kemaren ngeliat album perpisahan sampe ngeliat foto-foto perpisahan.
    Baca ini jadi tambah sedih…
    Hikz… hikz… hikz…

  2. BTW, saya merasa kehilangan masa SMA karena saya cukup sering terlambat mengumpulkan tugas desain (designing café, interior, etc). Not the ordinary drawing. Seandainya cuman nggambar biasa, pasti tepat waktu.😛

    Dan jiwa breakin-the-rules saya muncul meski dalam tahap wajar.

  3. Saya baru bisa dekat dengan guru kelas 3 SMA ini, dan baru bisa aktif membantai debat teman kalo diskusi kelas (:P) juga kelas 3 SMA ini. Tahu-tahu sudah mau ditinggalkan saja.😦

    Yaa, learning by doing?😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: